Kamis, 28 Juni 2012

6 Kondisi yang Menurunkan Libido Wanita

Penulis : Bramirus Mikail

Layaknya rutinitas yang dilakukan setiap hari, hubungan seks juga bisa menimbulkan rasa jenuh, termasuk pada wanita. Sebaiknya jangan diabaikan karena bisa membuat kebahagiaan perkawinan terancam.
Pada perempuan libido rendah adalah masalah yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Bukan rahasia lagi kalau mood bercinta seorang wanita juga dipengaruhi oleh suasana hatinya. Jika hatinya sedang galau atau kepercayaan dirinya sedang rendah, upaya foreplay untuk menyalakan hasrat pun akan percuma.
Kabar baiknya adalah jika Anda dapat mengidentifikasi penyebabnya peluang untuk mengatasi membalikkan keadaan menjadi besar. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab paling umum yang tanpa disadari dapat menurunkan gairah seks Anda:
Stres
Stres mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu pembunuh libido pada wanita.  Ketika  stress, tubuh memproduksi hormon yang disebut kortisol. Sayangnya, kortisol juga mempengaruhi tingkat testosteron dan estrogen dalam tubuh, yang mempengaruhi libido.
Solusi: Matikan juga segala pikiran buruk yang memenuhi kepala. Ketika di rumah, berhentilah memikirkan tengat pekerjaan yang belum selesai dan fokuslah pada diri sendiri. Luangkan waktu untuk beristirahat agar pikiran kembali segar.
Kesal dengan pasangan Banyak perempuan yang berjuang mengatasi menurunnya gairah seksual tanpa berpikir untuk menyelesaikan masalah yang masih mengganjal dengan pasangan. Rasa jengkel sekecil apa pun pada pasangan bisa bertumpuk dan menjadi bencana besar dalam hubungan.
Solusi: Anda mungkin pernah mendengar untuk mempertahankan suatu hubungan dibutuhkan usaha. Masalah sekarang siapa yang mau berusaha lebih keras untuk menjaga cinta, romantisme dan seks. Mulailah dengan membuka keran komunikasi dan saling memberikan perhatian seperti masa-masa pendekatan sebelum pacaran.
Alkohol, narkoba dan rokok Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa minum alkohol dapat membangkitkan mood bercinta. Padahal, alkohol justru akan mematikan gairah seks, indera dan respon Anda. Obat terlarang juga memiliki efek yang sama dengan alkohol. Narkoba tidak hanya mengurangi libido, tetapi juga menyebabkan masalah pada kinerja seksual. Misalnya, ganja dan opium menyebabkan kekeringan vagina, yang membuat hubungan seks menjadi tidak nyaman dan terasa menyakitkan. Kurang tidur
Jam kerja yang panjang, lalu lintas yang padat dan rutinitas harian lainnya bisa menguras energi dan emosi. Tak heran jika banyak orang dilanda kelelahan kronik yang membuatnya tidak ingin melakukan apa pun, termasuk bercinta, selain istirahat. Bayi dan anak-anak
Kehadiran sang buah hati adalah hal terindah dalam sebuah keluarga baru. Tetapi mereka bisa juga bisa mengganggu kebutuhan seksual Anda dan pasangan. Umumnya, pasangan suami-istri yang sudah mempunyai anak sulit untuk menemukan waktu dan privasi untuk menjadi intim.
Disamping itu, melahirkan dan menyusui juga dapat menjadi hambatan untuk Anda menemukan dorongan seksual. Melahirkan menyebabkan saraf dan otot panggul menjadi meregang, sehingga mengurangi sensitivitas.
Sedangkan menyusui akan menurunkan kadar estrogen dan menyebabkan vagina menjadi kering dan penetrasi terasa menyakitkan. Tetapi, Anda masih dapat mempertahankan hubungan yang hangat dan penuh kasih dengan berbicara dan berpelukan dengan pasangan Anda. Obat-obatan
Banyak obat yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan membuat Anda merasa lebih baik. Tetapi efek buruknya, konsumsi beberapa obat tertentu justru dapat menghilangkan keinginan Anda untuk melakukan hubungan seks.
Beberapa obat yang biasanya terkait dengan hilangnya libido antara lain, antidepresan, obat tekanan darah, antihistamin, sedatif, kemoterapi, obat HIV dan obat pengilang nyeri atau biasa disebut non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID).
Namun, jangan sekali-kali Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut tanpa berkonsultasi dengan dokter. Bicarakan dengan dokter Anda untuk mengambil obat alternatif yang tidak berpengaruh pada gairah seks Anda.

Vibrator Tingkatkan Kepuasan Seksual

Penulis : Lusia Kus Anna

Penggunaan sex toy kini bukan hal yang tabu lagi bagi pasangan suami istri. Malah, alat bantu seks ini terbukti menimbulkan sensasi seks yang berbeda, bahkan mayoritas pengguna vibrator mengatakan mereka lebih terpuaskan.
Dalam survei yang dilakukan terhadap lebih dari 3.000 orang Amerika terungkap, kebanyakan menganggap positif penggunaan vibrator. Bahkan pengguna sex toy ini mengatakan dampak kepuasannya sangat tinggi.
Menurut ketua peneliti, Debra Herbenick, ini adalah survei pertama yang dilakukan untuk mengetahui dampak vibrator dalam kepuasan seks. Studi ini melibatkan responden pria dan wanita berusia 18-60 tahun.
Para partisipan ditanyakan apakah mereka setuju atau tidak setuju dengan persepsi positif (seperti vibrator membuat wanita mudah mencapai orgasme) dan persepsi negatif (seperti vibrator membuat penggunanya jadi bergantung atau pasangannya jadi terintimidasi).
Ternyata lebih dari separuh partisipan mengatakan setuju atau sangat setuju pada seluruh persepsi positif akan vibrator.
Pengguna vibrator yang setuju pada persepsi positif dan menggunakan alat ini dalam 30 hari terakhir menyebutkan tingkat gairah seksual mereka meningkat. Demikian pula dengan lubrikasi, orgasme, dan kepuasan seksual mereka. Di lain pihak rasa nyeri selama hubungan seks berkurang.
Hasil penelitian ini juga menepis banyak anggapan bahwa pemakaian vibrator akan membuat pasangan merasa terintimidasi. Pasangan yang saling terbuka akan keinginan dan ketertarikan dalam seks justru merasa paling puas. Karena itu para pengguna vibrator yang berterus terang pada pasangannya merasa sangat puas akan hubungan seksnya.
"Ini bukan hanya soal penggunaan vibrator tapi juga kemampuan saling berbagi pada pasangan, termasuk pada hal yang bersifat paling pribadi seperti keinginan memakai vibrator," kata Herbenick.
Sebelumnya di tahun 2009 Herbenick pernah melakukan penelitian mengenai prevalensi penggunaan vibrator pada perempuan dan laki-laki. Ia menemukan 53 persen wanita dan 45 persen pria pernah memakai vibrator.

Bercinta Bisa Picu Serangan Jantung

Penulis : Lusia Kus Anna

Meski berhubungan seksual adalah kegiatan yang normal dalam kehidupan manusia, tetapi para penderita penyakit jantung kerap khawatir bila aktivitas yang satu ini bisa memicu serangan jantung.
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association para peneliti dari Tufts Medical Center di Boston, menyimpulkan bahwa olahraga dan hubungan seks bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak, meski risikonya kecil.
Peneliti mengumpulkan data-data dari beberapa penelitian yang membandingkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak dari partisipan yang sedang melakukan aktivitas fisik dan hubungan seks, dengan yang tidak melakukan kedua kegiatan itu.
Hasilnya diketahui episode aktivitas fisik meningkatkan risiko serangan jantung 3,5 kali dan risiko kematian mendadak sampai 5 kali. Sedangkan hubungan intim akan meningkatkan risiko serangan jantung 2,7 kali. Tapi tidak ada data mengenai kaitan hubungan seks dan kematian mendadak.
Kendati risikonya disebut 2,7 kali, tetapi sebenarnya risiko serangan jantung dan kematian mendadak saat sedang berhubungan seks sangat kecil, terutama jika kegiatan intim itu dilakukan dengan pasangan yang terikat.
Menurut penelitian lain, untuk pria berusia 50 tahun, risiko terkena serangan jantung saat bercinta juga kecil, hanya dua dari sejuta. Kendati begitu jika dibandingkan dengan pria yang sehat, pria penderita penyakit jantung memiliki risiko 10 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung saat sedang bercinta.
Lantas, haruskah penderita penyakit jantung menghindari hubungan seks? Menurut Dr.Michael Lim dari Heart, Stroke & Cancer Center, tahan gairah seks Anda jika mengalami napas pendek-pendek atau rasa nyeri di bagian dada.
"Jika gejala-gejala itu muncul saat sedang berhubungan seks, berhentilah," katanya.
Ia mengatakan pria yang bisa berolahraga sampai detak jantung (heart rate) mencapai 130 permenit tanpa gejala gangguan jantung berarti cukup aman untuk berhubungan seks, bahkan tanpa obat.
"Jika Anda bisa menaiki tiga lantai dengan tangga bisa diasumsikan jantung Anda bisa menahan beban ketika bercinta," katanya.
Penderita penyakit jantung juga harus menghindari pemakaian sildenafil (Viagra), obat yang diminum untuk mengatasi disfungsi ereksi, kecuali dokter telah menyetujui pemakaiannya.
Pemakaian Viagra, disamping nitrat, misalnya nitrogliserin atau isosorbid bisa meningkatkan terjadinya gangguan kardiovaskular yang serius dan menurunnya tekanan darah secara drastis.

6 Minuman untuk Kesehatan Jantung


 


KOMPAS.com - Faktor genetik dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk mengidap penyakit jantung. Tetapi kabar baiknya, penyakit ini sebagian besar dapat dicegah. Kita mungkin pernah mendengar nasihat bijak yang mengatakan, untuk menjaga jantung tetap sehat, maka harus mengonsumsi makanan begizi dan teratur berolahraga.

Namun bukan cuma perubahan gaya hidup yang dapat lakukan untuk menekan risiko sakit jantung. Apa yang Anda minum juga bisa membuat perbedaan. Berikut ini adalah beberapa jenis minuman yang disarankan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung :

1. Kopi
Mungkin hal ini sepintas terdengar aneh. Tapi tahukah Anda bahwa kopi memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi ketimbang kakao atau teh? Mengonsumsi kopi dalam jumlah yang tepat dapat menghambat peradangan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Sebuah studi jangka panjang dan berskala besar, di mana melibatkan lebih dari 83.000 perempuan menunjukkan bahwa minum 2 cangkir kopi setiap hari dapat memangkas risiko terkena stroke 20 persen lebih rendah ketimbang mereka yang sedikit minum kopi atau tidak sama sekali.

Saran : Meminum antara 2 hingga 4 cangkir kopi per hari termasuk kategori moderat. Tetapi jika Anda mengalami insomnia, gelisah dan kelelahan, cukup minum satu gelas saja.

2. Jus delima
Belakangan ini reputasi jus buah delima semakin melonjak dan memikat para peneliti gizi. Betapa tidak, para pakar dari University of California menemukan bahwa, kapasitas antioksidan jus delima tiga kali lipat lebih tinggi ketimbang anggur merah dan teh hijau. Bahkan penelitian awal menunjukkan, konsumsi rutin jus buah delima dapat menurunkan kolesterol, mengurangi plak arteri (faktor risiko untuk penyakit jantung), dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

Saran: Jika memungkinkan, hindari tambahan pemanis saat membuat jus delima.

3. Anggur merah (red wine)
Anggur merah mengandung banyak senyawa yang dapat melindungi kesehatan jantung, termasuk di antaranya resveratrol. Resveratrol memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi pembuluh darah di jantung serta membantu mencegah pembentukan penggumpalan darah. Beberapa bukti juga menunjukkan, konsumsi anggur merah dalam jumlah yang moderat dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Saran: Untuk perempuan, dianjurkan tidak lebih dari 1,5 gelas perhari. Sedangkan untuk pria, tidak lebih dari 2 gelas.

4. Teh hitam
Teh hitam dihasilkan melalui proses fermentasi setelah daun dipanen lalu dikeringkan. Pengolahan ini mengubah komposisi kimia dari daun, sehingga menghasilkan beberapa antioksidan kuat yang membantu mendukung kesehatan jantung. Teh hitam telah terbukti mengurangi risiko stroke, mengurangi LDL (kolesterol jahat), memperbaiki fungsi pembuluh darah, dan meningkatkan aliran darah dalam arteri koroner.

Saran : Semakin lama Anda mencelupkan teh, maka semakin besar manfaat fitokimia yang diperoleh. Oleh karena itu, menyajikan teh dengan air panas akan jauh lebih baik sekaligus menjaga kandungan antioksidan tetap terjaga. Minum beberapa cangkir teh hitam setiap hari dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

5. Teh hijau
Seperti teh hitam, teh hijau mengandung banyak antioksidan yang baik untuk jantung. Perbedaan utamanya adalah bahwa teh hijau tidak difermentasi. Sebuah studi tahun 2004 menunjukkan bahwa minum teh hijau dalam jumlah yang banyak dapat mencegah resiko penyakit arteri koroner. Ada banyak penelitian yang menghubungkan konsumsi teh hijau dengan kolesterol rendah, pencegahan pembekuan darah dan stroke.

Saran: Minum 1-3 cangkir teh hijau sehari.

6. Air

Dehidrasi dapat berkontribusi pada beberapa faktor risiko untuk penyakit jantung koroner, termasuk darah kental. Ketika Anda sedang mengalami dehidrasi, darah akan menjadi lebih kental. Kondisi ini membuat hati Anda mengeluarkan lebih banyak energi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bahkan, dehidrasi kronis dapat menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Saran:  Banyak ahli merekomendasikan setidaknya dalam sehari seseorang harus minum 8-10 gelas air (untuk dewasa).  Tetapi rekomendasi jumlah yang harus diminum  tidak bisa berlaku pada setiap orang dan setiap kondisi.  Yang pasti, jangan biarkan tubuh Anda sampai mengalami dehidrasi. Anda juga dapat menambahkan jus atau air perasan lemon ke dalam air hangat untuk menambahkan cita rasa sekaligus memeroleh manfaat peluruhan dan antioksidan.
 Penulis : Bramirus Mikai